Tuesday, May 28, 2013

DIRECT METHOD BY YUSNITA RAHMAH

rahmahyusnita@gmail.com 
 PENGERTIAN DIRECT METHOD

DIRECT =) langsung dan
METHOD=) metode.
Jadi DIRECT METHOD adalah Metode Langsung.
dalam pendidikan DIRECT METHOD memiliki pengertian sebuah metode yang menyajikan materi pembelajaran bahasa asing dimana guru langsung menggunakan bahasa asing tersebut sebagai bahasa pengantar, dan tanpa menggunakan bahasa anak didik sedikitpun dalam mengajar. jika ada suatu kata-kata yang sulit dimengerti ole anak didik, maka guru dapat mengartikan dengan menggunakan alat peraga, mendemonstrasikan, menggambarkan,dll.  


Metode ini berpijak dari pemahaman bahwa pengajaran bahasa asing tidak sama halnya dengan mengajar ilmu pasti alam. Jika mengajar ilmu pasti, siswa dituntut agar dapat menghafal rumus-rumus tertentu, berpikir, dan mengingat, maka dalam pengajaran bahasa, siswa/anak didik dilatih praktek langsunng mengucapkan kata-kata atau kalimat-kalimat tertentu. Sekalipun kata-kata atau kalimat tersebut mula-mula masih asing dan tidak dipahami anak didik, namun sedikit demi sedikit kata-kata dan kalimat itu akan dapat diucapkan dan dapat pula mengartikannya.



Ciri-ciri metode ini adalah :

  1. Materi pelajaran pertama-tama diberikan kata demi kata, kemudian struktur kalimat
  2. Gramatika diajarkan hanya bersifat sambil lalu, dan siswa tidak dituntut menghafal rumus-rumus gramatika, tapi yang utam adalah siswa mampu mengucapkan bahasa secara baik
  3. Dalam proses pengajaran senantiasa menggunakan alat bantu (alat peraga) baik berupa alat peraga langsung, tidak langsung (bnda tiruan) maupun peragaan melalui simbol-simbol atau gerakan-gerakan tertentu
  4. Setelah masuk kelas, siswa atau anak didik benar-benar dikondisikan untuk menerima dan bercakap-cakap dalam bahasa asing, dan dilarang menggunakan bahasa lain.
Kebaikan metode langsung (Direct)
Metode langsung (direct) dilihat dari segi efektivitasnya memiliki keunggulan antara lain :
  1. Siswa termotivasi untuk dapat menyebutkan dan mengerti kata-kata kalimat dalam bahasa asing yang diajarkan oleh gurunya, apalagi guru menggunakan alat peraga dan macam-macam media yang menyenangkan
  2. Karena metode ini biasanya guru mula-mula mengajarkan kata-kata dan kalimat-kalimat sederhana yang dapat dimengerti dan diketahui oleh siswa dalam bahasa sehari-hari misalnya (pena, pensil, bangku, meja, dan lain-lain), maka siswa dapat dengan mudah menangkap simbol-simbol bahasa asing yang diajarkan oleh gurunya.
  3. Metode ini relatif banyak menggunakan berbagai macam alat peraga : apakah video, film, radio kaset, tape recorder, dan berbagaimedia/alat peraga yang dibuat sendiri, maka metode ini menarik minat siswa, karena sudah merasa senang/tertarik, maka pelajaran terasa tidak sulit
  4. Siswa memperoleh pengalaman langsung danpraktis, sekalipun mula-mula kalimat yang diucapkan itu belum dimengerti dan dipahami sepenuhnya
  5. Alat ucap / lidah siswa/anak didik menjadi terlatih dan jika menerima ucapan-ucapan yang semula sering terdengar dan terucapkan
Kekurangan-kekurangan metode langsung (Direct)
  1. Pengajaran dapat menjadi pasif, jika guru tidakdapat memotivasi siswa, bahkan mungkin sekali siswa merasa jenuh dan merasa dfongkol karena kata-kata dan kalimat yang dituturkan gurunya itu tidak pernah dapat dimengerti, karena memang guru hanya menggunakan bahasa asing tanpa diterjemahkan ke dalam bahasa anak.
  2. Pada tingkat-tingkat permulaan kelihatannya metode ini terasa sulit diterapkan, karena siswa belum memiliki bahan (perbendaharaan kata) yang sudah dimengerti
  3. Meskipun pada dasarnya metode ini guru tidak boleh menggunakan bahasa sehari-hari dalam menyampaikan bahan pelajaran bahasa asing tapi pada kenyataannya tidak selalu konsisten demikian, guru terpaksa misalnya menterjemahkan kata-kata sulit bahasa asing itu ke dalam bahasa anak didik.
Metode ini sebenarnya tepat sekali digunakan pada tingkat permulaan maupun atas karena si siswa merasa telah memiliki bahan untuk bercakap/cercicara dan tentu saja agar siswa betul-betul merasa tertantang untuk bercakap/berkomunikasi; maka sanksi-sanksi dapat ditetapkan bagi mereka yang menggunakan bahasa sehari-hari.



Tujuan Penggunaan DIRECT METHOD
Guru yang menggunakan Direct Method menginginkan siswanya belajar bagaimana berkomunikasi dengan mengguanakan bahasa yang dipelajari (target language). Agar harapan itu terwujud, siswa haru belajar berfikir mengguankan bahasa yang dipelajari (target language) dengan tidak diperbolehkannya bahasa asil (native language) muncul selama pelajaran.




Peran Guru-siswa Dalam Direct Method
Walaupun peran guru pada metode ini adalah sebagai 'director' kelas, peran siswa lebih aktif jika dibandingkan pada Grammar Translation Method . Guru dan siswa lebih seperti partners dalam preose pembelajaran/ pengajaran.


Karakteristik Proses Pembelajaran Dalam Direct Method
Guru yang menggunakan metode ini memaksa siswa untuk memahami arti dari bahasa sasaran (target language) secara langsung. Untuk melakukannya, ketika guru mengenalkan sebuah kata atau phrase bahasa sasaran, guru mendemonstrasikan artinya melalui penggunaan realia, gamba, atau pantomim; guru tidak boleh mengartikannya secara langusung ke bahasa asli (native language) siswa.

Interaksi Guru-siswa Dalam Direct Method
Interaksi antara guru dengan siswa berjalan dari dua arah, baik dari guru ke siswa atau dari siswa ke guru, tetapi kebanyakan interaksi berjalan dari guru ke siswa. Interaksi antar siswa juga banyak terjadi dalam metode ini.

Language Skill Dalam Direct Method
Vocabulary sangat ditekankan melebihi grammar. Meskipun metode ini dapat berkerja pada semua basic skills bahasa Inggris seperti reading, writing, speaking, dan listening dari awal pembelajaran, tetapi komunikasi secara lisan dilihat sebagai basic skill. Pronunciation juga mendapatkan tempat dalam metode ini, dari awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran.

Evaluasi Dalam Direct Method
Formal evaluation tidak begitu banyak dijumpai dalam metode ini, tatapi dalam Direct Method, siswa diminta untuk menggunakan target language bukan untuk menjelaskan pengetahuan mereka tentang target language. Siswa diminta untuk menggunkan target language baik secara lisan atau tulisan. Sebagai contoh evaluasi dalam metode ini, siswa mungkin diwawancarai secara langsung oleh guru atau mungkin diminta untuk menuliskan secara langsung sebuah paragraph tentang sesuatu yang telah mereka pelajari.

No comments:

Post a Comment